Kamis, 14 Juli 2011

Kenapa Agama dan Akal Tak Bisa Akur??


agama adalah suatu prinsip kepercayaan kepada Tuhan,,
sedangkan akal adalah suatu peralatan rohaniah manusia yang berfusngsi untuk membedakan yang salah dan yang benar serta untuk menganalisis sesuatu,,
itu adalah suatu pengertian klasik yang aku baca di suatu buku.

keduanya menjadi prinsip perjalanan kehidupanku,,
tapi anehnya keduanya tak bisa akur??
itu yang aku tak mengerti sampai sekarang..
membuatku bungung...

aku pernah bertanya pada seorang ustadz yang terlalu ngteks pada kitab kitab pegangannya,,
tapi jawaban yang aku dapatkan tidak memuaskan,,
justru semakin bertentangan antara akal dan agamaku...
aneh..

dalam agamaku menjadi pemikir (syufi) dilarang,,
aku sendiri pernah membaca Haditsnya...
lalu kenapa Tuhanku menciptakan akal??
bukankan akal digunakan untuk berfikir??
kalau begitu apa bedanya manusia dengan hewan yang tak punya akal??
sangat ironis...

berbicara soal kenapa alasan Tuhan seperti itu,,
aku agak sedikit mengerti,,
mungkin konsep "keragua-raguan" Descartes yang aku salahkan
bukan konsep corgito ergo sum-nya..
konsep pemikiran Descartes pasti sedikit tidak akan menanyakan
"apakah Tuhan benar-benar ada??"
dan menjadikan ragu terhadap Tuhan..
itu hanya teoriku saja..
aku tak tau alasan Tuhan yang sebenarnya
karena Tuhan adalah filsuf yang luar biasa...

padahal berpikir itu menyenangkan..
berfilsafat seperti wanita,,
membingungkan tapi memberi kesenangan tersendiri..
"api seperti air dingin yang menyegarkan,, dan air seperti api yang membakar"
mungkin ungkapan itu yang tepat...

5 komentar:

GakPenting mengatakan...

jgn kau percya smua yang kau baca..berhentilah membaca, carilah satu guru yang bisa dipercaya

aji andri mengatakan...

aku membaca agar lebih mengerti Tuhanku dan dapat mencintaiNya tanpa keraguan..

Anonim mengatakan...

kau tuduh aku kafir maka kau tak berfikir

aji andri mengatakan...

berfikir dan kafir hampir mirip mas seperti kata "wanita" dan "perempuan"

aji andri mengatakan...

siiaappp mzz brrooo

Posting Komentar