Sabtu, 24 September 2011

Sesosok kekecewaan


aku pernah di tanya oleh sahabatku
"apa itu kecewa?"
pertanyaan yang mendadak itu membuatku bingung...
aku baru sadar ternyata kata-kata yang biasapun kadang-kadang kita tak tahu artinya..
aku hanya tau bagaimana rasa kecewa itu...
ketika seorang pelukis yang kehilangan kanvasnya,,
atau ketika seorang filsuf yang tak dapat mempertahankan teorinya,,
mungkin itulah rasa kekecewaan...
yang jelas semua orang pernah kecewa,,tak terkecuali Nabi apa lagi orang sepertiku..
dan yang jelas banyak orang yang benci dengan kata kecewa itu,,
tapi kita tanpa rasa kecewa itu hidup kita tak akan berwarna,,monoton dan hampa..
nikmatilah hidupmu dengan meresapi sebuah kekecewaan...

2 komentar:

abesagara mengatakan...

Ah..sebenernya kecewa itu akibat dari tak terpuaskannya hasrat atas sesuatu. Salah satu tujuan dasar manusia dalam dunia ini adalah kebahagiaan. Di dalam tindakan aktualisasi dirinya sendiri dan kebahagiaan, terletak suatu dialektika yang aneh : kepuasan suatu kebutuhan apapun jenisnya ternyata jauh dari menyenangkan, justru sebaliknya menampakan sebuah kekurangan yang lebih fundamental, yaitu keinginan. atau dengan kata lain, pemuasan kebutuhan itu tidak menghentikan denyutan itu, dan tidak membuat kita tetap puas dengan kesenangan tersebut, sebaliknya pemuasan itu hanya menimbulkan keinginan yang baru. Akibatnya adalah kekecewaan dan pengejaran secara gila-gilaan terhadap keinginan-keinginan baru (Louis Leahy : 23)

Analoginya seperti bumi ini yang bulat jika kita berjalan sesuai satu garis lurus pasti tidak akan ketemu ujungnya (lha wong lingkaran kon ketemu ujunge si piwe?haha)

Jadi kekecewaan adalah hasil dari tidak terpenuhinya keinginan. Jika tidak ingin kecewa, maka jangan turuti keinginan kita.



http://ideologisaya.blogspot.com

aji andri mengatakan...

terimakasih masukannya mas,,
tapi seperti kata saya di atas,
disini, dalam tulisan ini saya cuman ingin berpesan bahwa :
cobalah nikamti sebuah kekecewaan sebagai proses hidup dan jangan terpuruk dengan kekecewaan itu apa lagi sampai berbuat anarkis...
kita lawan teori Sigmund Freud tentang teori kekecewaan-agresif itu....
tetaplah berpikir jernih walaupun pikiranmu hilang kendali 50%...

Posting Komentar